Rabu, 25 Februari 2026

Contoh Laporan Analisis Puisi untuk Murid Kelas IX SMP Kurikulum Merdeka (Contoh Kedua)

 

Laporan Analisis Puisi “Indonesia Potongan dari Surga”

 

Identitas Puisi

Puisi “Indonesia Potongan dari Surga” ditulis oleh Pardi S. Salama. Puisi ini dipublikasikan dalam buku Puisi dan Pantun yang diterbitkan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah pada 2021.

 

Struktur Fisik Puisi

Puisi ini termasuk puisi bebas karena tidak terikat rima tertentu. Melalui larik-larik yang relatif pendek, puisi ini tampak sederhana dan mudah dipahami. Meskipun demikian, diksinya tetap indah. Salah satu keindahan tersebut diwujudkan dalam majas metafora yang mengibaratkan Indonesia sebagai bagian dari surga.

 

Struktur Batin Puisi

Melalui gambaran laut, langit, gunung, dan hutan; penyair mengangkat tema keindahan alam Indonesia. Penyair mengajak pembaca untuk menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

 

Simpulan

Secara keseluruhan, puisi “Indonesia Potongan dari Surga” menunjukkan rasa kagum penyair terhadap tanah air. Pardi S. Salama menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam itu penting untuk masa depan bangsa.

 

Boyolali, 24 Februari 2026

Contoh Laporan Analisis Puisi untuk Murid Kelas IX SMP Kurikulum Merdeka (Contoh Pertama)


Laporan Analisis Puisi “Diponegoro”

 

Identitas Puisi

Puisi “Diponegoro” ditulis oleh Chairil Anwar pada Februari 1943. Puisi ini terdapat di dalam Seri Buku Tempo, Chairil Anwar (Kepustakaan Populer Gramedia, 2025).

 

Struktur Fisik Puisi

Puisi ini termasuk puisi modern karena tidak terikat oleh jumlah baris atau rima tertentu. Puisi ini menggunakan gaya bahasa repetisi melalui kata “Maju” untuk mendorong pembaca melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Selain itu, puisi ini menggunakan gaya bahasa metafora melalui frasa “Bara kagum menjadi api” yang menjelaskan perubahan rasa kagum kepada Pangeran Diponegoro menjadi perasaan yang menggelora dalam perjuangan.

 

Struktur Batin Puisi

Melalui larik-lariknya yang pendek, puisi ini mengusung tema kepahlawanan. Penyair ingin membangkitkan kembali semangat Pangeran Diponegoro, seorang pahlawan nasional yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dalam Perang Jawa (1825–1830). Penyair mengajak pembaca untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan berani melawan penjajahan.

 

Simpulan

Secara keseluruhan, puisi “Diponegoro” adalah puisi perjuangan yang mengobarkan semangat nasionalisme. Chairil Anwar menegaskan agar rakyat Indonesia berani melawan penjajahan untuk memperjuangkan kemerdekaan.

 

Boyolali, 23 Februari 2026


Terbaru

Contoh Laporan Analisis Puisi untuk Murid Kelas IX SMP Kurikulum Merdeka (Contoh Kedua)

  Laporan Analisis Puisi “Indonesia Potongan dari Surga”   Identitas Puisi Puisi “Indonesia Potongan dari Surga” ditulis oleh Pardi S....

Terpopuler